Jumat, 9 April 2021, Prodi Sains Kebumian mengadakan webinar seri #4 yang bertemakan “Renewable Energy for a Better Future: Challenges and Opportunities”. Sesuai dengan judul nya, webinar kali ini turut mengundang beberapa praktisi dan ahli yang berkecimpung dalam bidang energi terbarukan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran dan pengetahuan baru bagi civitas akademik Prodi Sains Kebumian serta masyarakat pada umumnya.

Webinar ini dibuka dengan sambutan oleh ketua Prodi Sains Kebumian, Dr. Nurjanna Joko Trilaksono kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan yang dipandu oleh Dr. Muhammad Rais Abdillah dari Kelompok Keahlian Sains Atmosfer FITB-ITB sebagai moderator acara. Pembicara pertama adalah Dr. Evie H. Sudjono dari Puslitbang Geologi Kelautan, Balitbang ESDM. Dr. Evie membawakan materi mengenai pengembangan energi arus laut sebagai pembangkit listrik energi terbarukan yang diharapkan dapat segera diterapkan di Indonesia. Pihak Puslitbang Geologi Kelautan melakukan penelitian dari tahun 2016-2020 di selat perairan Indonesia yang berfokus pada arus pasang surut. Proyek ini menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kehandalan infrastruktur energi dan ketenagalistrikan. Untuk kelancaran pengembangan teknologi energi arus laut, diperlukan kerjasama dengan institusi lain terkait kesiapan regulasi terkait pemanfaatan energi arus laut, dll.

Dr. rer. nat. Armi Susandi, MT dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) menjadi pembicara kedua pada kegiatan ini. Dr. Armi membahas pengembangan teknologi energi baru & terbarukan yang belum optimal dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional yang dapat berdampak pada ketergantungan sektor energi terhadap sumber daya impor. Beliau juga memaparkan bahwa Indonesia memiliki potensi EBT yang besar (417.8 GW). Namun, baru sejumlah 1.5% dari potensi sudah dieksekusi di lapangan. Oleh karena itu, pengembangan teknologi EBT harus didukung oleh inovasi & komitmen yang memadai dari perspektif energi, iptek dan ekonomi.

Pembicara terakhir dalam webinar kali ini adalah Ibu Lia Putriana, M.T dari Puslitbang Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Balitbang ESDM. Beliau membahas mengenai energi panas bumi yang ada di Indonesia. Potensi panas bumi tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan kapasitas temperatur tinggi hingga rendah. Hingga saat ini, terhitung 351 lokasi dengan potensi sebesar 23.9 Gwe dan implementasi pemanfaatan sekitar 2130 Mwe. Dalam proses pengembangan, tantangannya berada pada tingkat ketidakpastian mengenai sumber energi dan penentuan teknologi yang sesuai serta bagaimana mengatur sumber energi agar sustain ketika dieksploitasi.

Webinar kali ini diiringi dengan antusiasme tinggi dari peserta webinar untuk melakukan diskusi dan mengetahui lebih banyak mengenai konsep serta potensi energi terbarukan di Indonesia. Sebelumnya, Prodi Sains Kebumian telah menyelenggarakan tiga webinar sebagai rangkaian acara webinar semester ganjil dan genap. Webinar pertama bertajuk “Potensi Bencana Kebumian di Wilayah Indonesia Dikaji dari Perubahan Iklim dan Aktivitas Kegempaan” pada bulan Agustus 2020. Dilanjutkan dengan webinar kedua yang dilaksanakan pada November 2020 dengan tema “Dampak Variabilitas Iklim di Indonesia Serta Langkah Preventif Manajemen Perubahannya”. Webinar ketiga membahas mengenai “Paleoseanografi dan Paleoklimatologi ditinjau dari Natural Archives dan Numerical Simulation” pada Desember 2020.

Bagi pembaca yang melewatkan rangkaian acara webinar, dapat melihat siaran ulang yang tersedia di situs Youtube Prodi Sains Kebumian pada tautan berikut:

A screenshot of a cell phone

Description automatically generated

WEBINAR 1         : https://www.youtube.com/watch?v=tkz4NbIOy8A

Text

Description automatically generated

WEBINAR 2         : https://www.youtube.com/watch?v=37ayAIjDwYc

Graphical user interface, text

Description automatically generated

WEBINAR 3         : https://www.youtube.com/watch?v=m63tDB4m3so

Graphical user interface, text

Description automatically generated

WEBINAR 4         : https://www.youtube.com/watch?v=VTQ87ZKtrUo

Prodi Sains Kebumian mengadakan webinar seri #5 yang bertemakan “Peran Ilmu dan Teknologi Kebumian dalam Mendukung Aktivitas Penerbangan, Pelayaran dan Pertambahan di Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 9 Juli 2021. Sesuai dengan judul nya, webinar kali ini turut mengundang beberapa praktisi dan ahli yang berkecimpung dalam bidang penerbangan, kelautan, dan pertambangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran dan pengetahuan baru bagi civitas akademik Prodi Sains Kebumian serta masyarakat pada umumnya mengenai manfaat ilmu sains kebumian dalam dunia industri.

Webinar kali ini dipandu oleh Bapak Faiz R. Fajary, M.Si dari KK Sains Atmosfer ITB sebagai moderator. Sebelumnya, acara dibuka dengan sambutan oleh ketua Prodi Sains Kebumian, Dr. Nurjanna Joko Trilaksono. Webinar kali ini mengundang tiga pembicara, yaitu: Dr. Heri Insmanto, M.Si dari Pusat Meteorologi Penerbangan BMKG, Dr. Eng. Aditya R. Kartadikaria dari KK Oseanografi ITB, dan Bapak Prastowo Harymurty, S.T dari GroundProbe.

Webinar dibuka dengan pemaparan dari Dr. Heri Insmanto, M.Si yang membawakan materi peran meteorologi untuk keselamatan penerbangan. Beliau menyampaikan bahwa cuaca dan iklim dapat sangat memengaruhi jadwal dan pengambilan keputusan dalam penerbangan. Sebelum menerbangkan pesawat, seorang pilot wajib mengetahui keadaan cuaca tempat keberangkatan serta tujuan. Informasi cuaca disediakan oleh penanggungjawab di wilayah masing-masing, dalam hal ini adalah BMKG. Pemateri kedua, Dr. Eng. Aditya R. Kartadikaria menjelaskan perkembangan pengetahuan oseanografi untuk aktivitas pelayaran. Salah satu subtopik membahas mengenai model pengembangan model arus yang dapat digunakan untuk melacak puing-puing dari kecelakaan pesawat atau hilangnya kapal. Bapak Prastowo Harymurty, S.T sebagai pemateri ketiga membawakan materi peran teknologi kebumian dalam industri pertambangan. Radar, salah satu teknologi yang berhubungan dengan ilmu kebumian, digunakan untuk mendeteksi pergerakan batuan di sekitar wilayah pertambangan sehingga dengan pengetahuan tersebut kejadian longsor dapat diprediksi dan mencegah adanya kerugian. Webinar ini ditutup dengan sesi diskusi yang menarik antara peserta webinar dan pemateri.

Bagi pembaca yang melewatkan rangkaian acara webinar, dapat melihat siaran ulang yang tersedia di situs Youtube Prodi Sains Kebumian pada tautan berikut:

WEBINAR 5         : https://www.youtube.com/watch?v=_7XXUMfD7b8

Graphical user interface, text

Description automatically generated

Leave a Comment